Rumah Belajar Phinisi [klik di sini]

Posted by : arick anjasmara Wednesday, February 22, 2012

sebenernya ini cerita gua tulis udah dari smp di buku. mulai masuk blog udah dari jaman sma karena ada tugas di sekolah, itupun gua gak percaya kalo cerita ini dimasukin blog guru gua. ini dia blognya : susie susilowatiya namanya juga bikinan pas smp, jadi permasalahannya cuma anak anak labil deh. selamat membaca


ps : sediakan snack untuk cemilan




 Sekilas Kisah di Balik WAR Band


Hujan itu membasahi atap rumah ryan. Sore itu terasa dingin dan begitu gelap. Terdengar suara sambaran petir begitu kencang saling mengaduh sampai gaduh. Dengan pakaian seragam merah putih nya dia menangis di tepian balkon meratapi keadaan orang tua nya yang tak kunjung henti bertengkar hanya karena masalah kecil. Ryan seakan hidup dalam penjara. Teman dalam hidupnya hanyalah bibi Ijah alias pembantu di rumahnya.


Memang kehidupan mereka begitu “glamour” dibandingkan orang lain. Apapun yang ryan butuh akan segera dituruti. Namun sayang, dia tidak hanya membutuhkan kebutuhan rill, namun kasih sayang dari kedua orang tuanya yang utama dia butuhkan, tetapi orang tuanya belum menyadari bahwa ryan membutuhkannya. Yang ada dipikirannya hanyalah harta, harta, dan harta, karena menurut mereka harta lah yang dapat membuat seseorang bahagia.


Tibalah ryan semester 2 di kelas 6 sekolah dasar favorit di salah satu kota sekitar Jakarta Selatan. Saat itu sudah waktunya untuk ujian sekolah. Hari demi hari dia lewati ujian itu tanpa perhatian orang tuanya. Sampai pada hari ketiga ujian berlangsung ryan tak kuat menahan penat nya sehingga dia tidak datang ke sekolah, melainkan ke warnet tak jauh dari sekolahnya. itulah yang membuat ryan tidak lulus. Namun dengan bantuan sedikit uang membuat dia lulus dan melanjutkan ke SMP walaupun bukan SMP Negri seperti yang dia inginkan.


Kelas sudah terbagi. Bertemu teman baru menurutnya biasa saja. Namun satu wanita yang membuatnya terpesona pada pandangan pertama dan mungkin itulah cinta pertamanya. Apapun yang berada dalam penat ryan hilang ketika memandang wajahnya.


Ryan mencari tempat duduk yang tersisa.ryan berharap bisa duduk di samping wanita tersebut. Namun sayang dia sudah memiliki teman sebangkunya. Hanya 1 yang tersisa. Itu pun di pojok kiri belakang bersama pria juga. “tak apalah. Yang penting kan gue bisa lihat wanita itu” pikirnya dalam hati.


Pelajaran dimulai. Guru pertama yang masuk adalah wali kelas nya. Tanpa pelajaran yang dijelaskan, hanyalah perkenalan diri saja. Satu per satu murid di kelas itu memperkenalkan diri. Tiba giliran wanita idamannya memperkenalkan diri. Wanita itu bernama Putri Setya Oktaviani, bertempat tinggal di daerah pondok pinang.


ryan merasa heran dengan teman sebangkunya. pria itu bertampang seram dan berantakan seakan tak terurus. Segera ryan bertanya nama pria itu. Ternyata pria itu bernama Arya Tri Hartanto dan biasa dipanggil Arya. Dengan percaya diri ryan menceritakan kepada arya tentang perasaan dia terhadap Putri.


Bel isitirahat terdengar dari depan pintu. Siswa siwi bergegas menuju kantin. Kebetulan Putri sendiri. Ryan dan Arya mendekati Putri dan meminta nomor handphone nya. “dicatet ya. 08********” tutur putri ke Ryan.
Malam pun tiba. Seperti biasa orang tuanya kembali bertengkar. Namun kali ini ryan tidak begitu ambil pusing. Karena yang dia rasakan hanyalah harum cinta membara dihatinya. 1 SMS diterima. Ternyata dari Putri. Begitu bahagianya dia.


Hari demi hari berlanjut dan mereka pun saling mendekatkan diri. Apapun yang putri butuh akan segera dituruti Ryan. Setiap pagi ryan menjemput untuk berangkat sekolah dan mengantar ke rumahnya ketika pulang sekolah. Makan di cafe sekitar kemang setiap malam minggu. Namun mereka tidak pernah pergi berdua saja. Karena Arya ikut mendampinginya. Terasa seperti sahabat Ryan dan Arya.


2 tahun sudah kejadian ini sering mereka jalani. Sampai suatu ketika Ryan bersiap menyatakan cintanya ke Putri di depan Arya.


Saat itu malam minggu. Dengan supir nya Ryan menjemput Putri dan Arya. segera mereka menuju XXI Senayan city dan membeli tiket bioskop. Dikantong jaket nya sudah terdapat 2 buah cincin berniat untuk memakaikannya di tangan Putri.


Ketika memasuki studio bioskop. Ryan sesekali memandang Putri. Namun sampai film habis, ryan masih tidak menyatakan cintanya. Sampai jalan menuju cafe di depan bioskop itu. Ada seorang pria yang mendekati Putri. Pria itu menarik tangan Putri dan mereka berbicara 4 mata. Tanpa basa basi Ryan dan Arya mendekati mereka dan bertanya siapa pria itu. Ternyata pria itu adalah pacar dari Putri. Begitu sakit hati Ryan. Tak kuat ryan menahan sakit hati sampai sampai dia pergi meninggalkan tempat tersebut. Namun Putri mengejar. Karena terbawa emosi, Arya menarik tangan pria tersebut menuju toilet pria. Toilet itu kosong. Langsung saja Arya memukuli pria tersebut sampai babak belur. Sementara itu diluar, Putri menjelaskan semua yang terjadi, namun Ryan tak peduli seakan tak ada yang berbicara.


Sesampainya Ryan dirumah. Dia langsung menulis perasaan yang dia rasakan. Kata demi kata tertulis dan jadilah selembar kertas berisi ungkapan hatinya. Dia baca ulang, ulang dan ulang sampai terbentuk sebuah nada untuk kata kata tersebut. Dari situ dia berpikir “mengapa gue gak buat band aja ya?” . sampai sampai dia tertidur.


Pagi hari seperti biasa sekolah. Dia tidak melihat adanya Putri dikelas seperti biasa. Ternyata dia sakit akibat kehujanan tadi malam. Ryan tak peduli dengan keadaan putri sekarang.


Pada jam istirahat. Ryan menjelaskan ke Arya tentang apa yang dia pikirkan semalam. Arya siap untuk menjadi personil band tersebut. Namun mereka tidak memiliki sahabat lainnya lagi.


Selulus mereka dari sekolah. Mereka berjanji untuk masuk SMA yang sama. Ternyata impian mereka tercapai


Mereka mencari sahabat. Menjalin hubungan kekerabatan lagi seperti di SMP sebelumnya. Namun tanpa wanita yang seperti dulu karena dalam pikir Ryan “NO WOMEN NO CRY”.


Kini teman mereka tambah 1 yaitu Niko yang begitu diam dan tertutup. Namun mereka tetap enjoy jalan bertiga. Sampai suatu ketika mereka berkumpul di rumah Ryan. Seperti biasa, Arya memainkan PSP milik Ryan dan Niko menyalakan DVD film kesukaannya.


“friends, bagaimana dengan usul gue yang dulu? Setuju gak lo kalau kita buat band?” Ryan memulai pembicaraan.


“kalau gue sih setuju saja. Tapi kan kita gak ada skill untuk main musik. basic aja gak ada” Arya menjawab sambil mencicipi kue buatan bibi ijah


“terserah kalian” ujar Niko tanpa menolehkan kepala karena asik menyaksikan filmnya.


“oke deh. Kalau begitu, nanti gue bilang sama orang tua gue kalo kita minta modal untuk buat band. Siap gak?” sahut Ryan.


Arya bangun dari duduknya dan berkata “its okay. Gue siap untuk jadi terkenal. hahaha” 
Hari sudah larut malam. Kebetulan malam itu malam minggu. Jadi mereka bersama tidur di kamar Ryan
Sekolah pun berjalan seperti biasa dihari senin. Mereka sengaja untuk tidak membawa kendaraan karena ingin mencoba merakyat seperti teman teman lainnya. Di bis kota mereka duduk paling belakang dan masih membahas tentang band yang mereka rencanakan. Tak lama kemudian naiklah seorang pengamen. Dengan gitar nya dia memainkan musik yang begitu enak didengar. Sekilas Ryan berpikir untuk mengajak pengamen itu ke band yang mereka rencanakan. Sebelum Ryan bicara, Arya sudah berbicara duluan untuk mengajak pengamen itu untuk masuk band mereka. Ternyata pikiran mereka itu sama.


Setelah pengamen selesai menyanyikan lagu dan turun dari bis. Mereka mengejar dan berkenalan. ternyata nama pengamen itu Anto. Tanpa basa basi mereka menjelaskan apa yang direncanakan. Anto setuju dengan tawarannya dan mulai saat itu Anto tinggal di rumah Ryan


Malamnya mereka berkumpul kembali di rumah Ryan . “Oke pembagian posisi. Seperti yang sudah kita tau, Anto siap mengisi gitar karena dia memang ada basic untuk memainkan gitar. Gue sendiri minat di drum. Sisanya mau pegang apa?” ryan mencoba koordinir band mereka.


Keputusan pun sudah fix. Dengan arya di vocal, Ryan drum, Niko bass, dan Anto gitar.
Setelah lulus sekolah mereka daftar di salah satu les musik sekitar komplek rumah Ryan dengan biaya ditanggung oleh orang tua Ryan


Sebulan sudah mereka belajar musik. 10 lagu tercipta dari pengalaman mereka. Mereka sudah siap untuk rekaman. Sampai suatu malam mereka berdiskusi kembali


“To. Lo kalau dandan keren sedikit dong. Norak banget sih. Gimana mau dapat fans kalau style lo seperti itu” Dengan halus Arya komentar terhadap penampilan Anto. Namun Anto tidak terima dengan perkataan Arya. “Oke gue tau emang gue gak seperti kalian. Gue tau gue emang berasal dari keluarga miskin. Tapi asal lo tau. Biarpun miskin gue juga masih punya perasaan. Inget itu!” sahut Anto “udah Yan gue gak kuat buat gabung sama kalian”.


Arya yang terbawa emosi hampir saja melemparkan Anto gelas yang sedang dipegang nya. Namun itu berhasil digagalkan karena tangan Arya dihalau Niko. Dengan tegas Niko berkata “kalian kenapa sih? Kalian sudah besar. Harusnya kalian bisa menjaga emosi kalian. Jangan seperti anak kecil” . belum selesai bicara, Niko terlihat sesak napas dan mendadak pingsan. Mereka langsung membawa Niko ke rumah sakit terdekat. Ternyata Niko memiliki penyakit asma tingkat tinggi sehingga tidak bisa marah dan tidak bisa banyak bicara. Mereka menangis karena baru mengetahui bahwa sahabatnya memiliki penyakit mengerikan. Di depan Niko, Arya dan Anto bersalaman dan saling mengucapkan maaf. Mereka berjanji tidak akan membedakan ras, agama, harta, karena mereka mengetahui bahwa mereka adalah satu bangsa, yaitu bangsa indonesia. Maka disaat itu juga mereka buat nama band mereka menjadi WAR band (White And Red band) yang berasal dari bendera Indonesia berwarna merah dan putih.


Sesembuhnya Niko dari sakit yang dideritanya. Mereka semua mengukir nama mereka disebuah pohon besar di taman depan rumah Ryan. Pohon itu mereka anggap sebagai saksi akan janji mereka.


War band kini telah resmi. Ribuan copy kaset dan CD sudah laris terjual. Berbagai acara pensi sudah mengundang mereka sebagai bintang tamu. Orang tua Ryan pun menyadari bahwa sikap mereka salah untuk menghadapi seorang anak akibat lagu lagu yang diciptakan Ryan. Kini mereka sudah kembali damai dan menyayangi Ryan. Namun sayang, setelah tour pulau jawa. Niko menghembuskan napas terakhir akibat sesak napas yang dideritanya semakin keras. Sungguh mereka sangat tidak menyangka dia begitu cepat mendahului mereka. Namun apa daya. Mereka sadar mereka hanyalah salah satu dari umatNya. Dan mereka mengetahui bahwa apapun yang hidup pasti akan mengalami kematian. 


“gak akan ada yang bisa gantikan lo untuk tempatin posisi lo di band kita. Kita janji kita akan tetap terus bersama walau lo udah tiada. Gue pribadi tau lo udah gak ada, tapi gue tau kalo lo gak akan pergi jauh dari kita. Kita akan selalu inget janji kita di pohon besar depan rumah gue. Tanpa lo, kita gak akan jadi seperti ini. Thanks ya Niko. Jalanlah dengan tenang. Kami akan tetap mengingatmu”
Surat terakhir yang ditulis Ryan ikut masuk dalam rumah terakhir Niko.
Dan satu lagu khusus diciptakan untuk niko


Berapa lama aku bertahan


Tuhan... kami sadar kami hanyalah manusia
Yang tak luput dari dosa...
Yang tak luput dari kesalahan...
Dalam hidupku...


Tuhan... ku akui kaulah sgalanya
Maha pemberi nikmat...
Maha pemberi ampun...
Oooo...


(*) dan kini ku terpaku dalam segala sadarku
Kapankah aku dapat menyusulmu


Reff : oh tuhan, pantaskah aku bersamanya
Berada disampingnya walau dia sudah tiada
Oh Allah, berapa lama aku bertahan
Dalam sedih ini, dalam luka ini, dalam kenangan ini
Ku kan slalu. mengingatMu


(**) aku mohon petunjukMu... ya Tuhanku

{ 2 komentar... read them below or Comment }

Official Arickanjass

Arickanjass Followers

Komentar Terbaru

- Copyright © Arickanjass Blog! -Metrominimalist - Designed by Johanes Djogan - Edited by @arickanjass - Sitemap Arickanjass Blog!