Rumah Belajar Phinisi [klik di sini]

Posted by : arick anjasmara Monday, September 26, 2011


masalah. setiap manusia pasti punya masalah. bukan cuma manusia sih, semua makhluk hidup tepatnya. gak ada yang gak punya masalah. dari orang miskin yang gak punya uang, sampai orang kaya yang uangnya tumpah tumpahan pasti punya masalah. dan kasarnya nih ya, lu meninggal aja punya masalah (siapa yang ngurusin jenazah lu sampe ke bawah tanah?).

oke sekadar introduction aja itu. *back to topic*. hidup itu selalu ada masalah. terkadang kita ngerasa masalah itu terasa berattt banget dan putus asa buat ngejalaninnya, dan pengen cepet cepet masalah itu berlalu. gak bisa kan? semua akan berjalan sesuai waktunya.

*dewa19 - hadapi dengan senyuman*

ya. lagu itu bener bener ditujukan untuk kita kita yang ngerasa putus asa di dunia, ngerasa pusing dengan kehidupan. coba dengerin deh (bukan promosi loh).


sekarang gua mau kasih masukan aja ke temen temen untuk menghadapi masalah tanpa "masalah" . check this out!

setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan

 ini dasar dari segala dasar untuk mecahin masalah buat gua. coba pahamin bener bener kata ini. kata ini disebutin 2 kali di dalem surat al insyirah (sorry kalo bukan muslim). apapun itu pasti ada kemudahan.

hadapi, hayati, nikmati

 3 kata yang menjadi motivasi supaya kita semagat dalam menghadapi masalah.
  • hadapi
sesuai lagu dewa di atas tadi. HADAPI! coba bayangin buat kalian yang udah lulus (entah lulus SD, SMP, SMA atau apalah) . bayangkan saat kalian Ujian Akhir Nasional (UAN) . we cant dodge it, we must face it! . kita gak bisa menghindar, kita harus hadapi. bagaimanapun caranya, seperti apapun kondisinya. kita gak akan bisa kabur dari masalah itu. tapi apa kenyataannya sekarang? bisa kan hadapi itu semua. terus terus kembangkan imajinasi kalian tentang apa yang udah kalian lewati

  • hayati
setiap masalah, kalo dihayati, pasti kita ngerasa lebih tenang. lebih leluasa melawan masalah itu. gua ambil contoh lagi. saat guru kalian ngasih catetan satu papan tulis penuh. pasti cape kan nyatetnya. apalagi kalo catetan itu harus dikumpulin. makin pusing aja deh.  sebenernya kita mampu, cuma kitanya aja yang udah bete ngeliat tulisan banyak. tapi coba deh tulis sedikit demi sedikit, pelan pelan, jangan dirasakan dan jangan dieluhkan. hayati penulisan itu. pasti lu bakal ngerasa lebih relax ngerjainnya. percaya deh

  • nikmati
hampir sama kaya hayati. masalah itu harus dinikmati. coba berpikir ke depan, gimana kalo masalah itu udah lewat. PLONGGG!!! pasti hati terasa lega deh *hiperbola mode : on* . sekarang begini contohnya. gimana rasanya kalo kalian abis olahraga, lari muterin monas 5 kali gak boleh berenti. masalah, bukan? pasti masalah. tapi harus dilakuin. enjoy aja larinya, dan tetap yakin setelah masalah ini selesai akan ada "penghargaan" tersendiri. ya lari itu selesai, dan sekarang kalian bisa minum. air mineral yang benar benar dingin, terasa sangat lega kan. coba aplikasiin sendiri aja sama masalah lu sekarang.

you never know before you try it!

 lu gak akan tau gimana rasanya itu sebelum lu coba. maksudnya di sini, jangan berpikir "aduh gua gak bisa" atau "aduh panas dingin" atau "aduh end aja deh" . COBA! bisa atau engga itu cuma hasil. yang penting lu udah usaha semaksimal mungkin. kaya pertandingan aja, setiap pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. tapi apa lu bakal surrender duluan sebelum coba lawan?

berpikirlah bagaimana, bukan kenapa, mengapa, atau andai saja

"andai aja gua gak kaya begini, pasti masalah gak bakal dateng" , "kenapa gua kaya gini, pasti masalah gak akan dateng" , "mengapa ini terjadi padaku?" pertanyaan kaya gini pasti kebanyakan di sinetron. sinetron itu cuma akting, tapi lu punya masalah asli yang gak direkayasa. coba ganti pola pikir begitu jadi, "bagaimana ya cara menyelesaikannya?" gampang kan?

cerita dan minta solusi ke orang yang ngerti lu

 ini cara terakhir. coba minta sahabat atau mungkin orang tua lu untuk bantu solve this problem. mungkin cara ini bisa membantu dan pasti berhasil deh.

ya segitu aja solusi dari gua, kalo mau diikutin ya sukur, gak mau diikutin? harus diikutin pokoknya! *angkat piso dapur* .

{ 2 komentar... read them below or Comment }

  1. Federal and state law enforcement officials and state medical boards cracked down over the past decade, shutting down doctors who over-prescribed and pharmacies that filled their prescriptions with no questions asked. Pharmaceutical companies, responding to federal government pressure, created abuse-resistant forms of time-released oxycodone michael kors hobo handbags that are difficult for an addict to crush and snort for a high."I had problems with the marriage. I need to make money on the side," he says.Chavez tells Gurule they have a search warrant for his house. Gurule says his girlfriend will be home with her son and his daughter. "She won't be surprised," he says.Gurule lives michael michael kors large fulton logo crossbody in a terracotta-colored one-bedroom duplex in a dusty, trash-strewn neighborhood of double-wide trailers and crumbling bungalows in the city's southwest. The agents, weapons drawn, approach the house and pound on The suspect is arrested on heroin-trafficking charges.
    Investors have seen this movie before. Coach, a brand with a similar price point, was on a hot streak in the michael kors backpacks early 2000s and used the momentum to blanket the country with Coach Outlet stores that brought their handbags to a less affluent shopper. When wealthy shoppers began to see those little bags bedecked in the letter “C” draped over seemingly every other woman’s shoulder, they started to snub the brand in favor of something that felt more uncommon. michael kors outlet store For a while, they found that with Kors. But analysts now say Kors is suffering from the very same problem, particularly in here in North America.On a conference call with investors Thursday, chief executive John D. Idol said that the company had to resort to cutting prices in its home market in the most recent quarter, which took michael kors hamilton wallets a toll on profit. The discounts may be a symptom of the ubiquity problem:

    ReplyDelete

Official Arickanjass

Arickanjass Followers

Komentar Terbaru

- Copyright © Arickanjass Blog! -Metrominimalist - Designed by Johanes Djogan - Edited by @arickanjass - Sitemap Arickanjass Blog!